Ketika Service Center Suruh Ganti Motherboard, Gimana nih?

Posted on

Terlalu banyak pengguna laptop yang mendapatkan saran dari teknisi Service Center Resmi untuk mengganti motherboard saat laptop bermasalah. Apa memang demikian seharusnya ? Yuk kita bahas sedikit masalah ini.

Laptop, memang seluruh perangkatnya terhubung, terkontrol, termonitor dan terkendali oleh perangkat yang ada pada motherboard sehingga acap kali kita mendengar teknisi mengatakan bahwa motherboard laptop sedang bermasalah sehingga perlu perbaikan maupun penggantian secara utuh.

Terkait Service Center yang sering menyarankan penggantian motherboard, perlu pengguna laptop ketahui bahwa langkah tersebut terlalu berlebih-lebihan jika kerusakan pada motherboard tidak terlalu parah. Karena perlu diketahui bahwa biaya penggantian motherboard sangat mahal, apalagi jika diganti motherboard baru. Sebagai contoh, apabila sebuah laptop mati total, tidak bisa dinyalakan sama sekali, bisa saja hanya disebabkan oleh rusaknya sebuah komponen kecil yang jika kita serahkan ke teknisi professional hanya membutuhkan biaya Rp. 300.000,00. Ini tentu saja terlalu jauh jika dibandingkan dengan penggantian motherboard yang rata-rata diatas Rp.1.000.000,00 , atau setidaknya mendekati harga tersebut. Belum lagi untuk motherboard single chips, penggantian motherboard berarti juga mengganti semua perangkat yang menempel padanya termasuk chipset single chips itu sendiri yang harganya sebanding dengan harga motherboardnya saja, padahal belum tentu rusak.

Baca juga :   Laptop Kadang Sulit Dinyalakan dan Mati Sendiri

Penggantian motherboard akan masuk akal jika kerusakannya ada pada chipset single chips untuk laptop dengan spesifikasi tinggi, core i5 misalnya. Atau untuk motherboard yang memiliki chipset VGA tambahan yang memang jika hanya di repair masih beresiko kumat lagi di kemudian hari. Penggantian motherboard juga bisa dianggal solutif jika ada jalur-jalur tertentu di motherboard terbakar oleh karena adanya komponen yang terbakar. Ini pun harus melalui proses analisa dan pengecekan yang serius. Tidak bisa hanya dengan mengira-ngira.

Baca juga :   Cara Service Toshiba C600 Tidak Bisa Dinyalakan

Maka pengguna laptop hendaknya berani menanyakan apa alasannya sehingga harus mengganti motherboard, apa tidak mungkin untuk diperbaiki terlebih dahulu. Atau jika teknisi tidak bisa menjelaskan dengan masuk akal sebaiknya pindah ke teknisi lain yang lebih profesional dan lebih terpercaya.

Jadi kesimpulannya adalah, penggantian motherboard pada laptop terlalu berlebih-lebihan jika belum dilakukan analisa dan pengecekan lebih lanjut, dan jika kerusakan tidak terlalu parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *