Heatsink Ternyata Bisa Rusak !

Diposting pada

Sebagaimana diketahui bahwa heatsink yang biasa digunakan untuk pendingin prosesor dan atau chipset VGA, secara umum dibuat dari bahan kuningan dan tembaga atau aluminium. Pemilihan bahan kuningan tentu dimaksudkan agar proses perambatan panas dari titik 0 Prosesor ke bagian sirip pendingin lebih cepat. Di bagian sirip inilah panas akan di hembuskan keluar oleh kipas ( Fan ). Tidak disangka, ternyata lempengan kuningan tersebut bisa juga rusak.

Baca juga :   Memulai analisa kerusakan Motherboard Laptop, Jangan Salah Langkah!

Kerusakan pada heatsink ini adalah berupa berhentinya rambatan panas sebagaimana diterangkan diatas. Panas pada titik Prosesor tidak bisa dihantarkan sampai ke bagian sirip pendingin. Ini menyebabkan panas tidak bisa dibuang keluar oleh kipas, akibatnya Prosesor akan terlalu panas ( overheat ) dan bisa dipastikan pada titik tertentu menyebabkan laptop mati mendadak.

Indikator kerusakan heatsink ini bisa di ketahui dengan menyentuh bagian heatsink yang tepat berada diatas prosesor pada saat laptop menyala ( saat suhu prosesor sudah naik ). Kemudian sentuh heatsink di bagian ujung, di bagian siripnya, bagian ini akan tetap dingin pada heatsink yang sudah rusak. Ini menunjukkan bahwa panas pada prosesor tidak bisa di rambatkan ke ujung heatsink. Biasanya, pada kondisi ini, kipas prosesor akan berputar kencang sekali, namun udara yang keluar tidaklah panas jika dirasakan adri bagina luar laptop. Suhu antara pangkal heatsink dan ujungnya jauh berbeda.

Baca juga :   Menganalisa Laptop Yang Suka Mati Sendiri

Jadi, walaupun hanya lempengan ternyata heatsink atau pendingin prosesor bisa juga rusak, tidak bisa merambatkan panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *