Mengganti Mosfet Dengan Model Lain, Ini Syaratnya

Diposting pada

Mengambil komponen pengganti dari motherboard lain yang sudah tidak lagi digunakan adalah menjadi hal yang lumrah pada dunia perbaikan motherboard laptop. Ini biasa di kenal dengan sebutan kanibal, maksudnya adalah memindah-mindahkan komponen dari salah satu laptop ke laptop lain untuk menghidupkan sebuah laptop tertentu.

Salah satu yang sering dilakukan adalah mengambil mosfet dari motherboard lain utuk dipasang pada motherboard tertentu. Ini dilakukan karena bahkan pada motherboard yang rusak pun masih banyak komponen mosfet yang masih normal. Bagaimana kualitasnya ? Jika memang normal ya normal, jika tidak normal ya tidak bisa digunakan. Jadi kalau masih bisa digunakan berarti kondisinya normal.

Poin penting yang perlu diketahui adalah pada saat mengganti mosfet dengan mosfet lain yang diambilkan dari motherboard lain, jika model mosfetnya tidak sama, maka kita harus memperhatikan beberapa poin berikut agar mosfet tersebut tetap bisa digunakan sebagai pengganti dan berfungsi dengan baik sebagaimana mosfet aslinya.

Baca juga :   Motherboard Laptop Short, Hati-hati Bagian Ini !
  1. Fisik harus sama. Jika ada perbedaan bentuk secara fisik, maka tentu saja tidak bisa dipasang, kalaupun bisa akan menyulitkan karena kita harus menyesuaikan pin-pin atau kaki-kakinya. Ini termasuk jumlah kaki-kakinya.
  2. Fungsi kaki-kakinya harus sama. Jika sebuah mosfet yang akan kita ganti memiliki 3 fungsi kaki, S, D dan G misalnya, maka penggantinya juga harus memiliki 3 fungsi kaki tersebut. Kalau mosfet yang akan kita ganti double mosfet maka penggantinyapun juga harus double mosfet.
  3. Jenisnya harus sama. Mosfet high speed tidak diperkenankan diganti dengan mosfet biasa.
  4. Channel harus sama. P-Channel tidak bisa diganti dengan N-channel, demikian sebaliknya.
  5. Rating Tegangan harus sama, atau diatasnya. Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating tegangan Vds : 25V, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Vds nya 25V atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Vds 25 volt menerima tegangan 36 volt maka mosfet akan rusak.
  6. Rating Arus ( ampere ) harus sama, atau diatasnya, Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating arus Id : 16A, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Id nya 16A atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Id 16 ampere menerima arus 23 ampere maka mosfet akan rusak.
Baca juga :   Laptop Rusak ? Jangan Terburu-buru Curiga Dengan Hardware

Inilah beberapa syarat sebuah mosfet pada motherboard laptop bisa diganti dengan mosfet yang beda modelnya namun tetap bisa bekerja sebagaimana seharusnya tanpa ada kekhawatiran mosfet tersebut rusak lagi kecuali ada masalah di bagian lain pada motherboard yang belum di perbaiki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *