Cara Ini Bisa Bikin Laptop Windows 10 Kamu Tidak Lemot

Diposting pada

Laptop lemot bahkan bisa muncul saat kamu baru saja beli laptop baru, loh baru kok lemot ? yah begitulah. Ini bisa terjadi jika teknisi yang merenggut kepewaranan laptop baru kamu kurang perduli dengan lemot tidaknya laptop. Jadi setingan pertama tentu sangat penting dalam hal ini.

Beberapa hal diantara penyebab laptop lemot diawal beli adalah sebagai berikut :

  1. Install OS tidak sesuai. Jika OS yang diinstal tidak sesuai dengan spesifikasi laptop pasti saja laptop akan tidak maksimal bekerja. Kalau terlalu rendah biasanya driver suka ada yang miss, kalau terlalu tinggi laptop akan lemot, ini akan terasa sekali saat laptop proses booting pertama.
  2. Banyak tambahan aplikasi yang masuk secara otomatis ke Startup. Maksudnya saat instalasi aplikasi baru teknisi tidak melakukan pengecekan apakan aplikasi tersebut masuk ke startup atau tidak. Karena bisa jadi yang tidak perlu masuk ternyata masuk sendiri. Ini pasti akan memberatkan proses booting demikian juga pada saat running, saat laptop bekerja.
  3. Instal antivirus terlalu tinggi. Tentu saja antivirus itu penting, karena jika tidak dilengkapi bisa menyebabkan system terlalu sering rusak yang memaksa laptop terlalu sering diinstal ulang, efeknya ke umur hardisk yang akan semakin pendek. Namun jika antivirus yang diinstal terlalu tinggi padahal spesifikasi laptopnya pas-pasan bisa sempoyongan laptopnya. Boro-boro angkat aplikasi, ngurusi antivirusnya sendiri aja berat.
  4. Driver Software tidak lengkap. Pengguna suka tidak sadar akan hal ini karena tidak nampak dari tampilan jika tidak jeli. Driver software adalah interface antara hardware ( devices ) dan system ( OS ), maka jika ada salah satu saja yang tidak terinstall dengan baik maka menyebabkan salah satu device yang miss tersebut tidak bisa bekerja secara optimal. Jika device tersebut pas posisinya sangat vital untuk menunjang speed dan performa laptop, maka ini menyebabkan laptop tidak maksimal bekerja.
  5. Setting Partisi yang tidak benar. Partisi adalah pembagian hard drive atau hardisk dengan tujuan utama bisa memisahkan antara drive yang digunakan untuk system dan drive untuk menyimpan file-file umum. Biasanya pengguna laptop mengenal ini sebagai drive C, drive D, E dan seterusnya. Pengaturan ini tentu saja tidak sama antara laptop satu dengan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Jika banyak sekali program atau aplikasi yang nantinya akan dijalankan oleh laptop maka ini tentu membutuhkan drive yang lebih besar, maka jika teknisi memberikan ukuran yang terbatas pada drive system ( C ) maka akan terlalu kecil space nya yang menyebabkan laptop lemot apalagi pada saat beberapa program tertentu dijalankan secara bersamaan.
Baca juga :   Laptop Layar Menyala Putih Saja, Kenapa?

5 hal diatas kadang-kadang sering diacuhkan oleh teknisi yang melakukan seting pertama pada laptop baru. Ini sangat tergantung dengan profesional atau tidaknya teknisi sebagai bagian dari penjual laptop. Maka pembeli sebagai user laptop harus jeli akan hal ini dan bisa memanfaatkan layanan garansi untuk mendapatkan performa yang maksimal pada laptop baru yang baru dibeli. Jangan ragu-ragu untuk membawa kembali ke tempat dimana laptop dibeli jika ada yang kurang memuaskan.

Baca juga :   Cara Cek Dioda Motherboard Laptop

Maka untuk menghindari adanya masalah diatas yang menyebabkan laptop lemot, maka khusus untuk pengguna Windows 10 bisa memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Pastikan laptop support dengan Windows yang akna kita install, jika menginginkan Windows 10 maka beli laptop yang memang support Windows 10.
  2. Setelah proses setting dan instalasi seluruh aplikasi selesai cek bagian Startup untuk men-disable aplikasi-aplikasi yang ngikut aktif saat Windows baru saja login padahal aplikasi tersebut tidak diperlukan aktif secara otomatis diawal laptop nyala.
  3. Jika spesifikasi laptopnya pas-pasan, misalnya Celeron dengna RAM terbatas 2GB dan memaksa harus menggunakan Windows 10 maka tidak perlu di install antivirus apapun, toh Windows 10 sendiri sudah memiliki system proteksi anti virus.
  4. Pastikan semua driver telah terinstall dengan baik dan benar ditandai dengan tidak adanya tanda ! atau tanda ? di layer Device Manager. Demikian juga driver penting VGA ( Graphics ) sudah masuk dan tidak ada warning apapun.
  5. Pada saat proses partisi ulang pada hardisk, pastikan beri ruang yang cukup pada drive system ( C ) untuk menghindari drive C terlalu penuh.
Baca juga :   Laptop kena air gimana?

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan performa laptop yang maksimal sejak kita baru saja membeli laptop tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *