Ganti Charger Laptop Dengan Merk Lain, Amankah ?

Diposting pada

Charger adalah dalah satu perangkat laptop yang posisinya sangat vital karena dari sinilah sumber power didapatkan, disimpan di dalam baterai agar bisa digunakan di tempat yang tidak memiliki sumber listrik. Setelah baterai habis maka charger kembali diperlukan. Maka kwalitas charger sangat menentukan awet tidaknya laptop. Pada saat charger rusak, tidak sedikit pengguna laptop yang mencari charger pengganti yang harganya murah, kurang peduli atau bahkan tidak mengetahui jika charger yang buruk akan menyebabkan kerusakan fatal pada laptop.

Pemilihan charger yang memiliki kwalitas jelek mengakibatkan tegangan outputnya, yang diterima oleh laptop, tidak berkwalitas, mengandung ripple atau riyak yang terlalu tinggi atau tegangannya belum 100% matang, atau bahkan masih mentah, bukan DC murni, ini menyebabkan laptop, dalam hal ini motherboard, tidak bisa bekerja dengan performa prima. Bahkan beberapa komponen vital pada motherboard akan lebih beresiko rusak karena sering mendapatkan hentakan tegangan yang buruk dari charger.

Charger buruk biasanya dikenal dengan charger tidak original yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan charger original.

Baca juga :   Deoda Proteksi Pada Motherboard Laptop

Lalu bagaimana jika kita menggunakan charger yang merknya berbeda dengan laptopnya. Misalnya Toshiba dengan Asus, Lenovo dengan Dell, dan lain sebagainya ?

Maka hal tersebut tidak masalah, yang terpenting adalah charger tersebut original yang memang khusus di produkti untuk laptop dari pabrikan laptop, atau mendapatkan lisensi dari pabrikan laptop. Namun tentu saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sebuah charger bisa digunakan untuk laptop yang merknya berbeda.

Baca juga :   Pentingnya Datasheet Untuk Membantu Service Laptop

Ada beberapa point penting sebagai syaratnya.

  1. Tegangan wajib sama. Tidak ada toleransi untuk rating tegangan, harus sama
  2. Arus harus sama atau diatasnya. Berbeda dengan tegangan, untuk rating arus ( ampere ) boleh diatasnya
  3. Fisik jeknya wajib sama. Tentu saja jika berbeda tidak bisa dimasukkan ke port DC Jack pada laptop.

Sedang untuk penggantian charger yang tetap menggunakan jek asli bawaan laptop tidak perlu mengindahkan poin nomor 3. Kita bisa bungkar charger bawaan laptop untuk kita lepas kabelnya, kemudian kita pasang pada charger lain yang akan digunakan sebagai pengganti.

Baca juga :   Baterai Laptop 100% Tapi Charger Dicabut Mati

Jadi kesimpulannya adalah pengguna sangat diizinkan untuk menggunakan charger yang tidak sesuai merknya dengan laptop asalkan memenuhi syarat-syarat diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *