Penting Saat Analisa 3V 5V Motherboard Laptop

Diposting pada

2 Sejoli ini sering sekali menjadi perhatian teknisi laptop karena memang posisinya yang sangat krusial dan membebeni secara langsung banyak sekali komponen setelah tegangan utama 19V pada motherboard laptop. Kerusakan pada blok regulator tegangan 3 volt dan 5 volt ini sangat fariatif penyebabnya, selalu saja muncul kondisi baru yang kadang-kadang diluar dugaan teknisi mulai dari yang sangat ringan hingga sangat berat yang harus memaksa teknisi untuk melakukan penggantina chipset ?

Apakah benar problem pada blok regulator 3v 5v bisa disebabkan oleh adanya maslaah pada chipset ? tentu saja jawabannya iya.

Berikut ini akan menjelaskan bagaimana hubungan chipset dan blok regulator 3v 5v. Jadi, ada 3 hal penting yang perlu diketahui saat analisa masalah pada blok ini yaitu Sumber, Beban, Controller

  1. Sumber. Ini secara umum hampir sama kondisinya dimana sebuah regulator itu muncul dari sebuah sumber power yang pada regulator stepdown seperti 3v dan 5v mengambil sumber dari tegangan utama motherboard yaitu sekitar 19 volt atau sesuai dengan model laptopnya. Saat analisa, cek kondisi sumber tegangannya, ada atau tidak, normal atau tidak, dan seterusnya.
  2. Beban. Setelah Sumber dipastikan dalam kondisi baik, normal, dan muncul hingga ke titik yang seharusnya, maka kita perlu melakukan pengecekan pada beban dari regulator ini. Tentu proses ini akan sangat mudah dilakukan dengan bantuan skema sesuai dengan model motherboardnya. Analisa tanpa skema hanya bisa dilakukan oleh teknisi profesional yang sudah berpengalaman yang awalnya juga memerlukan bantuan skema, karena sudah sering berhadapan dengan motherboard yang sama lama-lama akan hafal sehingga kurang memerlukan skema. Pengecekan beban meliputi pengukuran nilai resistensi ( OHM ) jalur positif terhadap ground, pengukuran nilai kapasitif ( farad ), dan pengecekan komponen switching ( transistor ) dan komponen lain yang berhubungan secara langsung dengan regulator 3v 5v di bagian output.
  3. Controller. Setelah pengecekan sumber tegangan dan jalur output yang terhubung ke beban, maka selanjutnya, jika masalah belum terselesaikan, pengecekan bagina controller yang diwakili tentu saja oleh IC controller dengan beberapa komponen elektronika pendukungnya. Pada bagian controller ini sendiri juga terdapat 3 bagian penting : sumber, beban, controller ( pemicu ). IC akan bekerja jika mendapatkan sumber power, akan bekerja dengan normal jika terhubung dengna beban yang kondisinya normal, dan hanya bisa bekerja setelah ada pemicu yaitu tegangan yang masuk ke pin enable yang berfungsi memicu agar IC bekerja sebagaimana mestinya. Pada model motherboard tertentu, pemicu ini muncul dari chipset, sehingga jika ada masalah pada chipset tentu saja tidak bisa bekerja IC nya. Dan secara langsung juga terhubung dengan beban pada jalur feedback, sehingga jika bebannya bermasalah, short misalnya, maka pemicu tidak bisa bekerja.
Baca juga :   Memperbaiki Toshiba Satellite L200 Mati Total

Beban blok regulator adalah blok-blok lain yang memerlukan sumber tegangan 3 volt atau 5 volt, sedangkan beban IC controller adalah jalur yang terhubung dengan pin LDO, komponen switching ( system PWM ), dan beberapa pin yang memerlukan penambahan komponen lain, misalnya pin ENTRIP yang memerlukan kapasitor tambahan di luar IC.

Semoga bermanfaat, jangan lupa share tulisan ini untuk amal soleh karena insha Allah ini adalah ilmu yang bermanfaat dan insha Allah kita tuliskan berdasarkan pengalaman real, bukan rekayasa hanya untuk mendapatkan popularitas saja. Semoga setiap amal soleh kita di terima oleh Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *