Penyebab Error Overheat Pada Laptop Secara Umum

Diposting pada

Overheat atau suhu terlalu tinggi pada laptop sering sekali terjadi yang menyebabkan laptop akan mati pada suhu tertentu bahkan pada kondisi dan model laptop tertentu akan menyebabkan mati prematur hanya sesaat setelah laptop menyala, setelah muncul pesan bahwa temperature terlalu tinggi atau pada laptop jenis thinkpad suka mucul pesan ” Thermal Sensing Error ” dan langsung saja laptop nya mati sesaat setelah pesan tersebut muncul.

Penyebab error masalah temperatur tersebut ternyata tidak selalu disebabkan oleh kondisi dimana ada perangkat di bagian dalam laptop yang suhunya terlalu tinggi, prosesor misalnya. Setidaknya ada tiga bagian yang bisa menyebabkan munculnya pesan error terkait temperatur :

  1. Komponen overheat. Penyebab pertama adalah memang ada komponen yang temperaturnya terlalu tinggi. Komponen yang sering begini adalah prosesor yang memiliki sensor suhu secara langsung, atau chipset VGA. Jika suhunya terlalu tinggi maka biasanya laptop akan menunjukkan pesan terkait suhu tersebut dan memberikan waktu pada kita untuk mematikan laptop sebelum mati sendiri secara otomatis yang tentu saja bisa menyebabkan masalah baru jika sering di biarkan terjadi. Pada kondisi ini biasanya laptop masih bisa digunakan pada jangka waktu tertentu sebelum titik puncah temperatur di capai.
  2. Sensor Bermasalah. Bisa juga disebabkan adanya masalah pada sensor suhunya. Kita tahu bahwa pada motherboard memang terdapat komponen sensor suhu yang secara langsung mendeteksi suhu yang ada di sekitar komponen tersebut diinstall. kondisi ini akan di jadikan patokan untuk dijadikan laporan yang akan dibaca oleh chipset dan di terjemahkan ke operating system untuk diolah sedemikian rupa sehingga pada titik level tertentu OS bisa memunculkan pesna kepada pengguna komputer agar mengetahui temperatur laptop. Bahkan bisa men-shut down komputer dengan paksa saat titik puncak telah dicapai dan laptop masuk belum dimatikan. Maka jika sensor nya bermaslah, tidak bisa membaca suhu sesuai dengan kondisi realnya justru akan menyebabkan hal yang tidak normal juga. Misalahnya jika sensor rusak dan selalu saja menunjukkan bahwa temperatur over, walaupun sebenarnya tidak, maka pembacaan yang salah inilah yang dijadikan patokan OS, sehingga akan muncul warning yang tidak sesuai dengan kondisi realnya.
  3. Chipset error. Saat kondisi motherboard aman-aman saja, dan sensor suhu juga tidak rusak, maka tinggal satu lagi yaitu chipset yang membaca keterangan yang dikirim oleh sensor suhu. Jika error maka suhu tidak bisa terbaca sesuai dengan kondisi realnya. Kondisi ini biasanya bisa diperbaiki dengan Flash EC, atau bahkan Flash BIOS juga bisa menanganinya. Tentu tergantung dengan model motherboardnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *