Biaya Perbaikan Laptop Wifi Tiba-tiba Hilang

Sebagaimana kita telah bahas pada postingan yang terdahulu tentang hilangnya signal wifi pada laptop yang disebabkan karena kerusakan hardware, dalam hal ini wifi card yang tidak bisa terdeteksi. Kondisi terburuk yang sering terjadi adalah memaksa kita harus mengganti wifi card.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti wifi card tersebut ?

Tentu saja ini dipengaruhi juga oleh merk dan spesifikasi dari wifi card tersebut. Untuk laptop tertentu yang memiliki spesifikasi yang bagu tentu harganya bisa lebih mahal.

Namun secara umum harganya ada di kisaran 150-350 ribu rupiah. Namun jika kita tidak bisa menggantinya sendiri tentu ada biaya jasa penggantian yang dilakukan Teknisi. Jika tidak ada masalah lain selain wifi tersebut, biasanya teknisi hanya akan meminta biaya 50 ribu rupiah, tergantung daerahnya.

Dengan mengetahui biaya penggantian wifi card untuk memperbaiki laptop yang signal wifinya hilang ini, diharapkan user atau pengguna laptop akan memiliki gambaran biaya perbaikannya, agar tidak mudah di bohongi oleh teknisi yang tidak bertanggung jawab.

Biaya Repair Prosentase Baterai Laptop Tidak Bertambah

Kerusakan yang sering juga terjadi pada berbagai merk laptop salah satunya adalah tidak bisa berubahnya level baterai atau prosentase baterai yang bisa diakses di icon baterai pojok kanan bawah di tampilan desktop yang menggunakan operating system Windows.

Penyebab dari masalah tersebut adalah tentu saja ada masalah pada proses charging. Ini bisa karena ada masalah pada baterai dan bisa juga pada motherboard. Memerlukan langkah pengecekan sebagai berikut untuk memastikan sumber penyebabnya.

  1. Untuk laptop yang baterainya bisa dilepas dengan mudah, bukan baterai tanam, lakukan pelepasan baterai dan cek tegangan menggunakan avo meter pada baterai, jika muncul tegangan sesuai dengan rating baterai yang bisa dibaca pada stiker spesifikasi baterai, maka bisa dipastikan baterai dalam kondisi normal. Namun perlu diketahui bahwa pada beberapa merk laptop pengecekan baterai tidak semudah itu, ada yang tegangan langsung bisa terdeteksi dengan menyentuhkan probe avometer pada pin ujung ke ujung di port baterai, namun ada juga yang harus menghubungkan pin-pin tertentu agar tegangan di pin ujung keluar sesuai dengan rating baterai.
  2. Jika kesulitan mengecek tegangan pada port baterai, maka cek tegangan di port motherboard. Caranya adalah masukkan charger ke laptop dan cek tegangan pada port baterai yang ada di laptop, pin ujung ke ujung. Jika tegangan keluar, maka kemungkinan besar motherboard laptop pada kondisi normal. Namun perlu diketahui juga bahwa nilai tegangannya berbeda-beda pada berbagai merk laptop. Ada yang hanya 0.2V ada juga yang 7V. Namun yang menjadi catatan penting adalah, tegangan tidak boleh sama dengan tegangan charger, 19V, karena jika demikian maka ada yang rusak di bagian motherboard. Atau jika tegangan tidak keluar, juga menunjukkan motherboard bermasalah dan perlu dilakukan analisa motherboard untuk menemukan sumber kerusakannya
  3. Untuk latpop yang menggunakan baterai tanam, maka sebetulnya cara pengecekannya sama, namun kita perlu melakukan pembungkaran kesing laptop agar bisa melepas baterai.

Untuk kasus prosentase baterai yang tidak bisa naik, maka jika dari hasil pengecekan diatas menunjukkan adanya masalah pada motherboard, biasanya kerusakan ada pada ic charger, dan dengan mengganti komponen ini maka masalah bisa teratasi. Ini secara umum, jika muncul kondisi yang berbeda dengan bahasan ini maka perlu dilakukan analisa lebih lanjut dengan fokus pada blok charging di motherboard. Dan ini biasanya mengerucut pada penggantian IC charger yang membutuhkan biaya 300-450 ribu, sesuai dengan jenis motherboard yang digunakan.

Ketika Prosesor Tidak Panas Sama Sekali

Salaj satu masalah yang terjadi pada perangkat komputer baik laptop maupun jenis desktop adalah blank atau black screen dimana komputer bisa dinyalakan namun tidak tampil apapun pada layar monitor atau lcd screen pada laptop dan prosesor temperaturnya dingin. Padahal pada kondisi normal seharusnya prosesor panas pada saat bekerja.

Apakah hal ini disebabkan karena prosesor rusak ?

Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Secara teori biasanya pada prosesor yang dingin tidak ada tegangan supply yang masuk, sehingga sama saja seperti prosesor yang tidak diaktifkan. Pertanyaannya adalah apa yang menyebabkan tegangan tidak masuk ke prosesor.

jika yang kita bicarakan adalah supply tegangan maka di sini ada 2 hal penting, sumber dan beban. Sumber adalah blok yang menghasilkan tegangan dan beban adalah yang memanfaatkan tegangan tersebut, dalam hal ini adalah prosesor.

Pada motherboard komputer baik laptop maupun laptop selalu ada system proteksi yang bisa mengendalikan proses pengaliran tegangan tersebut dari sumber hingga ke beban.

Maka dalam proses pengecekan ada tiga blok yang harus di lakukan pengecekan, sumber beban dan system proteksi. Jadi tidak selalu prosesornya rusak.

Yang pertama adalah blok sumber tegangan. Secara umum ini adalah berupa rangkaian PWM berupa sebuah ic controller dan satu pasang mosfet yang bekerja untuk membentuk pulsa tegangan sesuai dengan yang diinginkan sesuai denga, spesifikasi dan karakteristik prosesor sebagai bebannya. Jadi ic dan mosfet tersebut adalah kompone intinya, yang tentu saja dibantu dengan komponen-komponen pendukung yang terhubung langsung dengan komponen2 inti tersebut.

Pada prosesor yang ada masalah di komopnen internalnya, bisa juga menyebabkan tegangan dari sumber tidak bisa masuk. Kondisi ini dideteksi oleh adanya system proteksi. Prosesor mengeluarkan signal yang menunjukkan bahwa semua parameter dalam kondisi OK, signal inilah yang akan diolah oleh system proteksi yang mengizinkan sumber tegangan memproduksi tegangan secara terus menerus. Sehingga jika signal tidak keluar maka system proteksi menganggap ada masalah pada prosesor dan memberikan perintah pada sumber tegangan untuk tidak memproduksi tegangan.

Jadi inilah poin-poin pentingyang harus diperhatikan pada saat melakukan pengecekan pada komputer yang prosesornya sama sekali tidak panas.

Mengcopy Aplikasi Apakah bisa

Bahasan ringan ini ternyata masih menjadi hal yang penting untuk di diskusikan karena masih saja ada pengguna laptop yang tidak memahami.

Yang dimaksud aplikasi ini adalah sebuah program yang diinstal pada system di sebuah komputer jenis apapun yang pada kondisi default biasanya masuk ke drive C, dimana system juga diinstal di drive ini. Pertanyaannya adalah apakah aplikasi ini bisa di pindah ke drive lain, D, E atau drive yang lain ?

Ini sering terjadi pada saat komputer mengalami gangguan di system yang memaksa kita untuk melakukan install ulang operating system yang baru yang berarti mem-format drive dimana system tersebut ada, secara umum drive C. Pengguna yang terlanjut melakukan instalasi aplikasi pada drive C tentu kebingungan, apalagi jika database dari aplikadi tersebut ada di drive C juga, atau bahkan jika tidak memiliki master yang memudahkan pengguna untuk melakukan instalasi ulang aplikasi tersebut. Sehingga ada yang bertanya apakah aplikasi tersebut bisa di pindah ke drive lain.

Jawabannya tentu saja secara konvensional tidak bisa.

Lalu bagaimana solusinya ? Jika kita memiliki masternya maka database bisa kita pindah ke drive lain, yang nanti bisa kita kembalikan setelah aplikasi di instal lagi. Sebaiknya jika kurang mengerti bisa dibawa ke teknisi yang bisa dipercaya dan minta untuk diamankan database dari aplikasi penting yang diinginkan.

Kesalahan Pengguna Laptop Yang Berimbas pada Masalah Keyboard

Masalah yang muncul pada keyboard masih tergolong sebagai masalah yang paling sering muncul dan di temui hampir pada semua jenis laptop. Hingga memunculkan anggapan bahwa keyboard laptop model sekarang memiliki performa yang buruk jika dibandingkan dengan laptop model lama yang lebih terkesan bandel meski spesifikasinya jaluh lebih rendah.

Benarkah anggapan tersebut ?

Jawabannya bisa benar bisa juga tidak benar. Karena masalah yang muncul pada keyboard laptop tidak selalu disebabkan oleh proforma keyboard itu sendiri, kesalahan pengguna juga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah tersebut.

Apa kesalahan pengguna yang bisa berimbas pada munculnya masalah pada keyboard laptop :

  1. Laptop jarang digunakan. Bahkan beberapa pengguna yang masih awam sering merasa aneh dengan laptop miliknya yang jrang digunakan namun kok masih juga gampang rusak. Inilah salah satu anggapan yang salah. Karena laptop yang jarang digunakan memiliki resiko rusak yang lebih tinggi termasuk kerusakan pada keyboard.
  2. Jarang digunakan untuk mengetik. Meskipun laptop rutin dinyalakan namun jika tidak digunakan untuk mengetik sama saja keyboard jarang bekerja, ini juga bisa berakibat pada munculnya masalah di keyboard.
  3. Sering di simpan ditempat lembab. Entah apa sebabnya namun kenyataan yang muncul adalah demikian. Laptop yang dimiliki oleh pengguna yang tinggal di daerah pegunungan yang tingkat kelembaban lingkungannya lebih tinggi cenderung keyboard laptopnya sering bermasalah
  4. Mengganti keyboard dengan keyboard murahan. Tidak bisa dipungkiri adanya keyboard yang bertebaran di pasaran yang dijual dengan harga super murah memiliki performa yang kurang bagus dibandingkan dengan keyboard original. Pengguna yang lebih memilih untuk mengganti keyboard yang rusak dengan keyboard murahan tentu saja akan dihadapkan pada kondisi keyboard yang lebih mudah rusak. Apalagi jika keyboard jarang sekali digunakan.

Inilah beberapa kesalahan pengguna laptop yang sering mendapatkan keyboard laptop nya bermasalah. Jika menginginkan keyboard laptop lebih awet maka hindarilah beberapa kebiasaan diatas.

Mengganti Mosfet Dengan Model Lain, Ini Syaratnya

Mengambil komponen pengganti dari motherboard lain yang sudah tidak lagi digunakan adalah menjadi hal yang lumrah pada dunia perbaikan motherboard laptop. Ini biasa di kenal dengan sebutan kanibal, maksudnya adalah memindah-mindahkan komponen dari salah satu laptop ke laptop lain untuk menghidupkan sebuah laptop tertentu.

Salah satu yang sering dilakukan adalah mengambil mosfet dari motherboard lain utuk dipasang pada motherboard tertentu. Ini dilakukan karena bahkan pada motherboard yang rusak pun masih banyak komponen mosfet yang masih normal. Bagaimana kualitasnya ? Jika memang normal ya normal, jika tidak normal ya tidak bisa digunakan. Jadi kalau masih bisa digunakan berarti kondisinya normal.

Poin penting yang perlu diketahui adalah pada saat mengganti mosfet dengan mosfet lain yang diambilkan dari motherboard lain, jika model mosfetnya tidak sama, maka kita harus memperhatikan beberapa poin berikut agar mosfet tersebut tetap bisa digunakan sebagai pengganti dan berfungsi dengan baik sebagaimana mosfet aslinya.

  1. Fisik harus sama. Jika ada perbedaan bentuk secara fisik, maka tentu saja tidak bisa dipasang, kalaupun bisa akan menyulitkan karena kita harus menyesuaikan pin-pin atau kaki-kakinya. Ini termasuk jumlah kaki-kakinya.
  2. Fungsi kaki-kakinya harus sama. Jika sebuah mosfet yang akan kita ganti memiliki 3 fungsi kaki, S, D dan G misalnya, maka penggantinya juga harus memiliki 3 fungsi kaki tersebut. Kalau mosfet yang akan kita ganti double mosfet maka penggantinyapun juga harus double mosfet.
  3. Jenisnya harus sama. Mosfet high speed tidak diperkenankan diganti dengan mosfet biasa.
  4. Channel harus sama. P-Channel tidak bisa diganti dengan N-channel, demikian sebaliknya.
  5. Rating Tegangan harus sama, atau diatasnya. Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating tegangan Vds : 25V, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Vds nya 25V atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Vds 25 volt menerima tegangan 36 volt maka mosfet akan rusak.
  6. Rating Arus ( ampere ) harus sama, atau diatasnya, Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating arus Id : 16A, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Id nya 16A atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Id 16 ampere menerima arus 23 ampere maka mosfet akan rusak.

Inilah beberapa syarat sebuah mosfet pada motherboard laptop bisa diganti dengan mosfet yang beda modelnya namun tetap bisa bekerja sebagaimana seharusnya tanpa ada kekhawatiran mosfet tersebut rusak lagi kecuali ada masalah di bagian lain pada motherboard yang belum di perbaiki.

Agar Transfer File Flasdisk Lebih Cepat

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat transfer file dari flashdisk ke komputer atau sebaliknya.

  1. Pilih flashdisk dengan USB 3.0 atau yang lebih tinggi. Flashdisk dengan USB standart memiliki kemampuan transfer data yang lebih rendah dibanding dengan USB 3.0 atau yang lebih tinggi lagi. Tentu saja pemilihan ini hanya bisa dilakukan jika kita belum memiliki flashdisk, bagaimana jika kita sudah memiliki flashdisk dan hanya memiliki fitur USB standart atau hanya USB 2.0.
  2. Jika flashdisk kamu hanya dilengkapi dengan USB standart, maka ketika di colokkan ke port USB komputer pilih port USB 3.0. Ini biasanya ditandai dengan warna biru pada port USB di komputer. Jangan mencolokkan flashdisk ke colokan USB depan ( front USB ) kecuali komputer kamu memiliki port USB 3.0 di bagian depan. Bagaimana jika komputer kita belum dilengkapi dengan USB 3.0
  3. Jika komputer kita hanya memiliki USB port standart saja, maka kita bisa belikan port USB 3.0 atau yang lebih tinggi yang bisa di tancapkan di bagian slot PCI di motherboard. Namun proses ini hanya bisa dilakukan dengan membongkar casing komputer agar kita bisa akses motherboard untuk memasang USB pada clot PCI. Dengan memasang USB 3.0 ini juga akan mempercepat proses transfer file dari hardisk portable atau perangkat memory yang lain yang terkoneksi ke komputer melalui port USB.

Pilihan yang yang bisa dilakukan untuk mempercepat transfer data atau file via USB adalah dengan menginstal aplikasi Teracopy, namun aplikasi ini hanya memaksimalkan saja, jika port USB masih standart tentu saja dibatasi oleh kecepatan perangkat USBnya.

Kupas Tuntas Baterai Laptop Tidak Bisa Naik Prosentasenya

Membahas tentang masalah proses charging laptop yang tidak sempurna rasanya tidak ada habis-habisnya karena semakin canggih rangkaian elektronika laptop semakin tambah pula kemungkinan yang menyebabkan munculnya masalah charging baterai. Jika laptop dahulu bisa dipastikan bahwa jika ada masalah proses charging hampir selalu disebabkan karena ic charger yang tidak bisa bekerja dengan sempurna, maka laptop terkini yang semakin memaksimalkan fungsi chipset EC menyebabkan EC juga menjadi salah satu penyebab masalah charging baterai pada laptop.

Khusus untuk baterai laptop yang prosentase nya tidak naik-naik padahal indikator pada icon baterai menunjukkan adanya proses charging yang normal, ini lebih disebabkan oleh adanya masalah pada IC charger. Ini terjadi karena IC gagal mendeteksi level baterai. Pada IC tersebut terdapat pin yang terhubung ke port baterai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui resistor ( sesuai type laptop ). Pin ini bekerja mendeteksi level atau prosentase baterai selanjutnya memerintahkan IC untuk memutuskan apakan proses charging di teruskan atau di berhentikan. Jika level sudah 100% maka IC memerintahkan mosfet untuk menghentikan proses charging, jika belum 100% IC tetap memerintahkan untuk charging. Maka jika pin tersebut gagal mendeteksi level baterai IC pun tidak bisa memutuskan apa yang harus di perintahkan terhadap mosfet.

Lalu kenapa kok icon baterai pada layar desktop laptop tetap menunjukkan proses charging seperti laptop normal. Ini terjadi karena IC gagal bekerja. Kemungkinan pertama IC tetap melaporkan pada EC bahwa proses charging berjalan normal. Laporan ini keluar dari IC melalui pin PWRGD atau kode lain yang menunjukkan laporan bahwa proses charging berjalan normal.

Kemungkinan kedua IC pin yang bekerja mendeteksi level baterai tetap mendeteksi level rendah pada baterai sehingga IC tetap melaporkan proses charging, namun karena eksekutor yang terhubung langsung dengan mosfet tidak bekerja maka tidak ada arus yang masuk ke baterai.

Semua bertumpu pada adanya masalah pada IC charging. Solusinya adalah dengan mengganti IC sesuai dengan modelnya.

Service Komputer Laptop Printer Proyektor

Exit mobile version