Arsip Kategori: Laptop

Kesalahan Pengguna Laptop Yang Berimbas pada Masalah Keyboard

Masalah yang muncul pada keyboard masih tergolong sebagai masalah yang paling sering muncul dan di temui hampir pada semua jenis laptop. Hingga memunculkan anggapan bahwa keyboard laptop model sekarang memiliki performa yang buruk jika dibandingkan dengan laptop model lama yang lebih terkesan bandel meski spesifikasinya jaluh lebih rendah.

Benarkah anggapan tersebut ?

Jawabannya bisa benar bisa juga tidak benar. Karena masalah yang muncul pada keyboard laptop tidak selalu disebabkan oleh proforma keyboard itu sendiri, kesalahan pengguna juga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah tersebut.

Apa kesalahan pengguna yang bisa berimbas pada munculnya masalah pada keyboard laptop :

  1. Laptop jarang digunakan. Bahkan beberapa pengguna yang masih awam sering merasa aneh dengan laptop miliknya yang jrang digunakan namun kok masih juga gampang rusak. Inilah salah satu anggapan yang salah. Karena laptop yang jarang digunakan memiliki resiko rusak yang lebih tinggi termasuk kerusakan pada keyboard.
  2. Jarang digunakan untuk mengetik. Meskipun laptop rutin dinyalakan namun jika tidak digunakan untuk mengetik sama saja keyboard jarang bekerja, ini juga bisa berakibat pada munculnya masalah di keyboard.
  3. Sering di simpan ditempat lembab. Entah apa sebabnya namun kenyataan yang muncul adalah demikian. Laptop yang dimiliki oleh pengguna yang tinggal di daerah pegunungan yang tingkat kelembaban lingkungannya lebih tinggi cenderung keyboard laptopnya sering bermasalah
  4. Mengganti keyboard dengan keyboard murahan. Tidak bisa dipungkiri adanya keyboard yang bertebaran di pasaran yang dijual dengan harga super murah memiliki performa yang kurang bagus dibandingkan dengan keyboard original. Pengguna yang lebih memilih untuk mengganti keyboard yang rusak dengan keyboard murahan tentu saja akan dihadapkan pada kondisi keyboard yang lebih mudah rusak. Apalagi jika keyboard jarang sekali digunakan.

Inilah beberapa kesalahan pengguna laptop yang sering mendapatkan keyboard laptop nya bermasalah. Jika menginginkan keyboard laptop lebih awet maka hindarilah beberapa kebiasaan diatas.

Mengganti Mosfet Dengan Model Lain, Ini Syaratnya

Mengambil komponen pengganti dari motherboard lain yang sudah tidak lagi digunakan adalah menjadi hal yang lumrah pada dunia perbaikan motherboard laptop. Ini biasa di kenal dengan sebutan kanibal, maksudnya adalah memindah-mindahkan komponen dari salah satu laptop ke laptop lain untuk menghidupkan sebuah laptop tertentu.

Salah satu yang sering dilakukan adalah mengambil mosfet dari motherboard lain utuk dipasang pada motherboard tertentu. Ini dilakukan karena bahkan pada motherboard yang rusak pun masih banyak komponen mosfet yang masih normal. Bagaimana kualitasnya ? Jika memang normal ya normal, jika tidak normal ya tidak bisa digunakan. Jadi kalau masih bisa digunakan berarti kondisinya normal.

Poin penting yang perlu diketahui adalah pada saat mengganti mosfet dengan mosfet lain yang diambilkan dari motherboard lain, jika model mosfetnya tidak sama, maka kita harus memperhatikan beberapa poin berikut agar mosfet tersebut tetap bisa digunakan sebagai pengganti dan berfungsi dengan baik sebagaimana mosfet aslinya.

  1. Fisik harus sama. Jika ada perbedaan bentuk secara fisik, maka tentu saja tidak bisa dipasang, kalaupun bisa akan menyulitkan karena kita harus menyesuaikan pin-pin atau kaki-kakinya. Ini termasuk jumlah kaki-kakinya.
  2. Fungsi kaki-kakinya harus sama. Jika sebuah mosfet yang akan kita ganti memiliki 3 fungsi kaki, S, D dan G misalnya, maka penggantinya juga harus memiliki 3 fungsi kaki tersebut. Kalau mosfet yang akan kita ganti double mosfet maka penggantinyapun juga harus double mosfet.
  3. Jenisnya harus sama. Mosfet high speed tidak diperkenankan diganti dengan mosfet biasa.
  4. Channel harus sama. P-Channel tidak bisa diganti dengan N-channel, demikian sebaliknya.
  5. Rating Tegangan harus sama, atau diatasnya. Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating tegangan Vds : 25V, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Vds nya 25V atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Vds 25 volt menerima tegangan 36 volt maka mosfet akan rusak.
  6. Rating Arus ( ampere ) harus sama, atau diatasnya, Jika mosfet yang akan kita ganti memiliki rating arus Id : 16A, maka harus kita ganti dengan mosfet yang Id nya 16A atau diatasnya. Karena ini menjadi batas kekuatan mosfet, jika mosfet dengan rating Id 16 ampere menerima arus 23 ampere maka mosfet akan rusak.

Inilah beberapa syarat sebuah mosfet pada motherboard laptop bisa diganti dengan mosfet yang beda modelnya namun tetap bisa bekerja sebagaimana seharusnya tanpa ada kekhawatiran mosfet tersebut rusak lagi kecuali ada masalah di bagian lain pada motherboard yang belum di perbaiki.

Kupas Tuntas Baterai Laptop Tidak Bisa Naik Prosentasenya

Membahas tentang masalah proses charging laptop yang tidak sempurna rasanya tidak ada habis-habisnya karena semakin canggih rangkaian elektronika laptop semakin tambah pula kemungkinan yang menyebabkan munculnya masalah charging baterai. Jika laptop dahulu bisa dipastikan bahwa jika ada masalah proses charging hampir selalu disebabkan karena ic charger yang tidak bisa bekerja dengan sempurna, maka laptop terkini yang semakin memaksimalkan fungsi chipset EC menyebabkan EC juga menjadi salah satu penyebab masalah charging baterai pada laptop.

Khusus untuk baterai laptop yang prosentase nya tidak naik-naik padahal indikator pada icon baterai menunjukkan adanya proses charging yang normal, ini lebih disebabkan oleh adanya masalah pada IC charger. Ini terjadi karena IC gagal mendeteksi level baterai. Pada IC tersebut terdapat pin yang terhubung ke port baterai baik secara langsung maupun tidak langsung melalui resistor ( sesuai type laptop ). Pin ini bekerja mendeteksi level atau prosentase baterai selanjutnya memerintahkan IC untuk memutuskan apakan proses charging di teruskan atau di berhentikan. Jika level sudah 100% maka IC memerintahkan mosfet untuk menghentikan proses charging, jika belum 100% IC tetap memerintahkan untuk charging. Maka jika pin tersebut gagal mendeteksi level baterai IC pun tidak bisa memutuskan apa yang harus di perintahkan terhadap mosfet.

Lalu kenapa kok icon baterai pada layar desktop laptop tetap menunjukkan proses charging seperti laptop normal. Ini terjadi karena IC gagal bekerja. Kemungkinan pertama IC tetap melaporkan pada EC bahwa proses charging berjalan normal. Laporan ini keluar dari IC melalui pin PWRGD atau kode lain yang menunjukkan laporan bahwa proses charging berjalan normal.

Kemungkinan kedua IC pin yang bekerja mendeteksi level baterai tetap mendeteksi level rendah pada baterai sehingga IC tetap melaporkan proses charging, namun karena eksekutor yang terhubung langsung dengan mosfet tidak bekerja maka tidak ada arus yang masuk ke baterai.

Semua bertumpu pada adanya masalah pada IC charging. Solusinya adalah dengan mengganti IC sesuai dengan modelnya.

Klik Kiri Touchpad Dan Analog Laptop Tidak Fungsi, Ini Penyebabnya

Salah satu masalah yang muncul pada laptop adalah klik kiri yang tidak berfungsi baik menggunakan touchpad maupun klik analog. Ini bisa saja terjadi pada berbagai merk dan type laptop. Sebagiamana yang terjadi pada Laptop Dell yang telah kita tangani beberapa waktu lalu.

Proses pencarian sumber masalah pada kerusakan seperti diatas adalah tentu saja dimulai dari pengecekan kondisi tersebut sebelum laptop masuk Windows. Kita bisa cek pada tampilan BIOS setup, atau dengan mencoba untuk menginstall ulang laptop menggunakan master OS sesuai dengan yang digunakan pada laptop yang sedang ditangani.

Pada tampilan BIOS setup, jika klik bisa digunakan maka ini menunjukkan bahwa masalah ada pada Operating system dan solusinya hanya perlu dilakukan install ulang OS ( Windows, dll. ). Namun jika tetap tidak bisa digunakan berarti ada 2 kemungkinan : BIOS corrupt yang bisa diperbaiki dengan flashing BIOS, dan kerusakan pada hardware.

Pada tampilan proses install ulang OS, jika klik bisa digunakan maka menunjukkan masalah ada pada OS. Jika tetap tidak digunakan maka ada 2 kemungkinan sebagaimana disebutkan diatas.

Setelah dilakukan pengecekan. sebagaimana pada laptop Dell yang telah kita tangani ternyata ada masalah pada hardware. Switch analog untuk klik kiti kita cek ternyata normal, kabel fleksibel dari mainboard menuju touchpada dan klik analog juga normal, maka kita mencoba memanasi chipset menggunakan heater blower dengan suhu 450 oC, hasilnya sukses.

Kebetulan chipset yang digunakan pada laptop tersebut adalah chipset PCH yang kali-kalinya ada di bagian bawah chips. Sebagian jenis laptop lain readernya touchpad adalah EC, maka kita bisa mencoba untuk memanasi pin2 pada EC tersebut, atau kita bisa coba lepas pasang EC, karena untuk jenis EC chips lebih mudah dilepas pasang.

Wahai jiwa-jiwa yang Tenang

Selamat pagi jiwa-jiwa yang tenang, jiwa-jiwa komputer yang tetap teguh pendirian mendalami ilmu perbaikan komputer dan perangkat elektronika pendukungnya. Pagi yang cerah ini kita akan menyampaikan salah satu alternatif untuk menjebol laptop yang ter-password dan tidak bisa hilangkan dengan melepas baterai CMOS.

Salah satu teknik yang bisa kita gunakan adalah dengan melakukan falshing BIOS.

Kita tahu bahwa semua data-data basic dari sebuah laptop itu tersimpan di dalam sebuah chips kecil yang dikenal dengan IC BIOS dan datanya terjaga oleh sebuah baterai kecil, baterai CMOS. Maka termasuk password itu tersimpan di dalam chips tersebut. Namun perlu diketahui bahwa tidak semuanya hanya terjaga oleh baterai tersebut saja. Ada juga model laptop tertentu yang passwordnya tetap tersimpan di dalam chips walaupun chips tersebut kehilang sumber tenaga yang berasal dari baterai CMOS.

Maka dengan cara mengganti file bios yang tertanam di dalam chips passwordpun hilang pula.

Inilah salah satu cara menghilangkan password di dalam sebuah laptop. Password bios yang muncul di awal saat laptop baru saja dinyalakan sebelum proses booting dimulai.

Salah satu Ciri-ciri Chipset Singlechips Rusak

Singlechips, perangkat keras yang terkenal pada generasi teknologi terbaru pada laptop sekarang sering digunakan oleh pabrikan berbagai merk laptop. Selain membutuhkan power ringan yang efeknya bisa mengirit penyedotan baterai, perangkat ini dikenal mampu mempercepat kinerja sebuah laptop.

Lalu bagaimana jika perangkat singlechips tersebut rusak ? Bagaimana teknisi bisa mengenali kerusakannya ?

Pertanyaan tersebut sering kali menjadi hal yang sulit dijawab terutama bagi teknisi kawakan yang males move on, males mengikuti perkembangan teknologi sehingga kurang bisa mengenali kerusakan-kerusakan yang terjadi pada laptop dengan teknologi mutakhir.

Pada bahasan ini kita akan tunjukkan beberapa ciri-ciri kerusakan yang bisa mengarah ke singlechips.

  1. Laptop Matot. Sebagaimana diketahui bahwa sumber supply tegangan pada singlechips ini adalah langsung dari sumber power utama, dari charger atau dari baterai. Secara fisik hanya dipisahkan oleh mosfet saja. Tentu mosfet dengan beragam jenisnya, ada yang mosfet berdiri sendiri ada juga yang nyatu dengan IC atau dikenal dengan IC LDO. Jika pemisah antara singlechips dan sumber power konslet maka jalur utama akan short circuit yang mengakibatkan laptop matot, mati total.
  2. Laptop nyala tapi nge-blank, layar hanya gelap saja dan tidak bisa proses booting yang salah satunya ditandai dengan lampu capslock dan numlock tidak bisa menyala saat di pencet-pencet. Ini bisa jadi disebabkan karena tidak munculnya tegangan pada supply prosesor atau dikenal dengan VCC Core yang disebabkan karena kerusakan pada Prosesor
  3. VCC Gfx Tidak muncul. Ini bisa juga disebabkan karena nilai capasitive pada jalur ini tidak memenuhi syarat, bisa juga disebabkan karena chips telah rusak. Karena pada single chips Prosesor dan Grafik chips ada dalam satu chips maka kerusakan pada jalur Gfx juga menyebabkan Chipset singlechips ini tidak mau bekerja.
  4. Laptop Mati secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh temperature yang sangat tinggi pada singlechips padahal kipas pendingin dalam kondisi OK. Jika flashing BIOS tidak bisa membantu masalah ini maka besar kemungkinan singlechips telah rusak.
  5. Ciri-ciri lain yang menunjukkan singlechips rusak adalah chipset ini tetap saja dingin pada laptop dinyalakan. Tentu saja laptop nge-blank tidak menampilkan gambar apapun pada layar monitor dan proses booting tidak berjalan.

Inilah beberapa ciri kerusakan yang mengarah pada singlechips. Penanganan pergantian chipset jenis ini memang mahal karena membutuhkan peralatan profesional disamping harga chipsetnya sendiri juga mahal.

Laptop Bunyi Namun Layar Gelap Gulita

Salah satu problem yang muncul pada laptop adalah bisa dinyalakan dan muncul bunyi greeting Windows dan tombol Capslock serta numlock juga bekerja dengan baik namun layarnya gelap gulita dan laptop ini bisa bekerja normal saat dihubungkan dengan eksternal monitor.

Tentu saja kita bisa dengan mudah menebak kemungkinan besar layarnya ( LCD ) rusak, lalu pertanyaannya adalah haruskah kita mengganti layar begitu saja ?

Pada kondisi tertentu ternyata tidak harus, masih bisa diperbaiki karena salah satu penyebabnya adalah hilangnya tegangan supply back light, lampu yang menerangi layar LCD.

Pada layar laptop Asus misalnya, yang model lama. Disana kita bisa melihat ada Fuse yan menjembatani antara sumber tegangan supply backlight dari motherboard dan satu buah IC yang menjadi controller lampu backlight.

IC controller kaki 6 dengan kode U3 seperti pada foto diatas jika short atau konslet mengakibatkan Fuse yang ada di dekat konektor kabel fleksibel putus sehingga lampu backlight tidak mendapatkan sumber tegangan.

Solusinya ganti fuse dan IC tersebut, bisa diambil dari layar laptop yang lain.

Ciri-ciri IC Charger Pada Laptop Rusak

Untuk mengganti IC charger yang ada pada motherboard laptop tidak bisa dilakukan dengan asal asalan saja, perlu dilakukan pengecekan beberapa level tegangan di beberapa titik.

Penggantian ic charger yang asal asalan dengan patokan mengira-ngira pada kondisi tertentu bisa saja berhasil namun akan buang-buang dana, tenaga dan waktu jika ternyata tidak berhasil. belum lagi jika mucul masalah baru yang diakibatkan adanya kesalahan saat proses penggantian.

Salah satu ciri bahwa sebuah ic charger pada motherboard laptop rusak dan harus diganti adalah tidak normalnya tegangan LDO pada IC charger.

LDO atau Linier Drop Out, Penurunan Secara Langsung, Dimana muncul tegangan secara langsung pada pin ini saat IC mendapatkan sumber tegangan ( VCC ) dan suber pemicu. LDO ini Selalu ada pada salah satu pin atau lebih di IC charger.

Misalnya pada IC BQ24735, memiliki sebuah pin LDO dengan kode REGN yang mengeluarkan tegangan 6V saat mendapatkan tegangan sumber di pin VCC dan mendapatkan tegangan pemicu di pin ACDET dengan nilai sekitar 2V. Nah, jika VCC dan ACDET sudah mendapatkan tegangan sesuai dengan yang seharusnya dan REGN tidak mengeluarkan tegangan, maka bisa dipastikan 90% IC rusak, kemungkinan lain yang sekitar 10% adalah adanya kerusakan pada kapasitor yang memang harus dipasang pada pin REGN, Atau pada kondisi lain, REGN mengeluarkan tegangan melebihi 6V, 11V misalnya, maka ini menyebabkan IC tidak bisa bekerja dengan normal. Karena tegangan yang dikeluarkan oleh pin LDO tersebut di manfaatkan untuk keperluan lain oleh IC. Biasanay efeknya jika tegangan REGN terlalu besar menyebabkan tegangan pada Vin drop, bisa hanya 4V saja dengan sumber tegangan dari charger 19V.

Demikian juga ini terjadi pada IC charger model yang lain. Jadi salah satu ciri-ciri IC charger rusak adalah tidak muncul tegangan LDO.